Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Sejarah’ Category

Alkisah, pada jaman dahulu ada seorang pemuda yang bernama Mansyur. Ia menjadi santri yang mondok di pesantren untuk belajar ilmu agama.

Pada suatu malam, setelah Mansyur lulus belajar di pesantren, ia berkemas membungkus barang-barangnya dengan kain. Ia berniat kembali pulang ke kampungnya.

Di tengah perjalanan pulang di malam hari itu, tiba-tiba ia dihadang seorang garong/rampok bersenjata golok besar (bedog).

Garong itu menghunus senjatanya. Ia mengancam dan memaksa Mansyur untuk menyerahkan bungkusan barang bawaannya.
(lebih…)

Read Full Post »

Asal Usul “Wong Cilegon”

Sejarawan Indonesia, Sartono Kartodirdjo dalam bukunya “Pemberontakan Petani Banten 1888”, menyebutkan sebelum abad 16, daerah Cilegon merupakan tanah rawa yang belum banyak dirambah dan dihuni orang. Arti kata “Cilegon” sendiri berasal dari kondisi alam Cilegon tersebut yang banyak rawa-rawa.

Kemudian pada masa kerajaan Banten di bawah Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1672) dilakukan pembukaan lahan pertanian di daerah Serang dan Cilegon, dengan merubah rawa menjadi persawahan. Sejak itu banyak pendatang yang menetap di perkampungan kecil Cilegon.

Penduduk Cilegon, menurut Sartono, merupakan keturunan orang-orang Jawa yang datang dari Demak dan Cirebon. Sesuai berjalannya waktu, mereka ini kemudian berbaur dengan orang-orang Sunda, Bugis, Melayu, dan Lampung. Mereka adalah kelompok-kelompok perantau yang cerdas, lebih sadar diri dalam hal agama, fanatik, agresif, dan bersemangat memberontak.

Berbeda dengan daerah lainnya di Banten, saat itu di Cilegon hampir tidak terdapat ciri-ciri peradaban Hindu-Jawa seperti gelar keturunan atau kebangsawanan yang mencirikan kasta-kasta sosial. Selain itu penetrasi Islam sangat mendalam. (BERITA CILEGON/Jurnal Addin)

Read Full Post »

Judul di atas diambil salah satu arsip lama berusia 37 tahun tentang sejarah pembangunan industri baja Krakatau Steel di Cilegon. Arsip lama itu pernah dimuat di Majalah Tempo pada tahun 1975 dan merupakan laporan hasil reportase wartawan Mansur. Dalam reportasenya, Mansur menyebutkan adanya sebuah bangunan kantor yang anggun dengan papan nama “Township Authority”, yang disebut Mansur sebagai Kantor Walikota Krakatau Steel. Kantor ini terdapat di kawasan kompleks perumahan Krakatau Steel dengan luas 2.300 Ha dan berpenghuni sekitar 2.000 orang. (lebih…)

Read Full Post »

Reruntuhan dinding batu bata mentah yang sudah lapuk setinggi 5 meter bekas Madrasah Ibtidaiyah Al-Khaeriyah yang dibangun tahun 1959. Perguruan Islam Al-Khaeriyah sendiri merupakan perguruan Islam di Kota Cilegon yang didirikan pada 5 Mei 1925.

Bekas bangunan sekolah ini terletak di depan Masjid Al-Khadra salahsatu masjid tertua di Kota Cilegon. Terletak di sebelah utara jalan raya Cilegon-Anyer. Tepatnya di Jalan Kyai Abdul Haq, Kp. Gesing, Kalentemu, Kelurahan Samangraya.

Baca juga:

Read Full Post »

Ahad atau Minggu

Ahad pagi yang sejuk. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua. Aamiin.

Tahukah Anda?
(lebih…)

Read Full Post »

Praktek makelar atau percaloan ibadah haji tidak hanya semakin banyak terjadi beberapa tahun terakhir ini. Ternyata di Kota Cilegon praktek percaloan haji itu sudah terjadi sejak jaman kolonial Belanda dulu.

Diceritakan pada tahun 1893 pada jaman kolonial Belanda, sekelompok warga Cilegon, “BERKOEMPOEL” melayangkan surat protes pada Gubernur Jenderal di Batavia. Isinya soal “kongkolikong” Johanes Gregorius Marinus Herklots, bos agen perjalanan haji “The Java Agency” dengan Wedana Cilegon bernama Entol Goena Djaja.  (lebih…)

Read Full Post »

Salah satu perumahan Polisi di Kota Cilegon yang menempati bekas tangsi Belanda. Gambar diambil tahun 2012.

Kondisi bangunan yang tampak dalam gambar terlihat sangat memprihatinkan. Tiang-tiang penyangga serta dinding bangunan yang terbuat dari kayu dan bilik bambu terlihat kusam dan lapuk. Atap gentengnya coklat kehitaman, seperti sudah puluhan tahun tak diganti. Ada juga atap dan dinding seng yang telah berkarat. Saat ini bangunan tersebut digunakan untuk asrama yang dihuni oleh beberapa personil polisi Cilegon beserta keluarganya.

Hanya ada di satu sudut bangunan yang nampak rapi dari luar karena ada perbaikan kecil di bagian dinding dengan mengganti triplek dan dicat warna krem. Ruangan ini manfaatkan oleh warga sekitar sebagai tempat pendidikan Islam untuk anak-anak.Namun siapa sangka jika bangunan tua di sebelah utara tak jauh dari Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon yang megah ini memiliki sejarah panjang bagi perjuangan Rakyat Cilegon. Bangunan ini dulunya merupakan “Tangsi” atau asrama polisi Belanda. Para polisi Belanda yang menghuni tangsi atau asrama ini seperti Veld Politie (polisi lapangan), Stands Politie (polisi kota), Cultur Politie (polisi pertanian), Bestuurs Politie (polisi pamong praja). (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: