Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Sejarah’ Category

Asal Usul “Wong Cilegon”

Sejarawan Indonesia, Sartono Kartodirdjo dalam bukunya “Pemberontakan Petani Banten 1888”, menyebutkan sebelum abad 16, daerah Cilegon merupakan tanah rawa yang belum banyak dirambah dan dihuni orang. Arti kata “Cilegon” sendiri berasal dari kondisi alam Cilegon tersebut yang banyak rawa-rawa.

Kemudian pada masa kerajaan Banten di bawah Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1672) dilakukan pembukaan lahan pertanian di daerah Serang dan Cilegon, dengan merubah rawa menjadi persawahan. Sejak itu banyak pendatang yang menetap di perkampungan kecil Cilegon.

Penduduk Cilegon, menurut Sartono, merupakan keturunan orang-orang Jawa yang datang dari Demak dan Cirebon. Sesuai berjalannya waktu, mereka ini kemudian berbaur dengan orang-orang Sunda, Bugis, Melayu, dan Lampung. Mereka adalah kelompok-kelompok perantau yang cerdas, lebih sadar diri dalam hal agama, fanatik, agresif, dan bersemangat memberontak.

Berbeda dengan daerah lainnya di Banten, saat itu di Cilegon hampir tidak terdapat ciri-ciri peradaban Hindu-Jawa seperti gelar keturunan atau kebangsawanan yang mencirikan kasta-kasta sosial. Selain itu penetrasi Islam sangat mendalam. (BERITA CILEGON/Jurnal Addin)

Read Full Post »

Judul di atas diambil salah satu arsip lama berusia 37 tahun tentang sejarah pembangunan industri baja Krakatau Steel di Cilegon. Arsip lama itu pernah dimuat di Majalah Tempo pada tahun 1975 dan merupakan laporan hasil reportase wartawan Mansur. Dalam reportasenya, Mansur menyebutkan adanya sebuah bangunan kantor yang anggun dengan papan nama “Township Authority”, yang disebut Mansur sebagai Kantor Walikota Krakatau Steel. Kantor ini terdapat di kawasan kompleks perumahan Krakatau Steel dengan luas 2.300 Ha dan berpenghuni sekitar 2.000 orang. (lebih…)

Read Full Post »

Reruntuhan dinding batu bata mentah yang sudah lapuk setinggi 5 meter bekas Madrasah Ibtidaiyah Al-Khaeriyah yang dibangun tahun 1959. Perguruan Islam Al-Khaeriyah sendiri merupakan perguruan Islam di Kota Cilegon yang didirikan pada 5 Mei 1925.

Bekas bangunan sekolah ini terletak di depan Masjid Al-Khadra salahsatu masjid tertua di Kota Cilegon. Terletak di sebelah utara jalan raya Cilegon-Anyer. Tepatnya di Jalan Kyai Abdul Haq, Kp. Gesing, Kalentemu, Kelurahan Samangraya.

Baca juga:

Read Full Post »

Ahad atau Minggu

Ahad pagi yang sejuk. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua. Aamiin.

Tahukah Anda?
(lebih…)

Read Full Post »

Praktek makelar atau percaloan ibadah haji tidak hanya semakin banyak terjadi beberapa tahun terakhir ini. Ternyata di Kota Cilegon praktek percaloan haji itu sudah terjadi sejak jaman kolonial Belanda dulu.

Diceritakan pada tahun 1893 pada jaman kolonial Belanda, sekelompok warga Cilegon, “BERKOEMPOEL” melayangkan surat protes pada Gubernur Jenderal di Batavia. Isinya soal “kongkolikong” Johanes Gregorius Marinus Herklots, bos agen perjalanan haji “The Java Agency” dengan Wedana Cilegon bernama Entol Goena Djaja.  (lebih…)

Read Full Post »

Salah satu perumahan Polisi di Kota Cilegon yang menempati bekas tangsi Belanda. Gambar diambil tahun 2012.

Kondisi bangunan yang tampak dalam gambar terlihat sangat memprihatinkan. Tiang-tiang penyangga serta dinding bangunan yang terbuat dari kayu dan bilik bambu terlihat kusam dan lapuk. Atap gentengnya coklat kehitaman, seperti sudah puluhan tahun tak diganti. Ada juga atap dan dinding seng yang telah berkarat. Saat ini bangunan tersebut digunakan untuk asrama yang dihuni oleh beberapa personil polisi Cilegon beserta keluarganya.

Hanya ada di satu sudut bangunan yang nampak rapi dari luar karena ada perbaikan kecil di bagian dinding dengan mengganti triplek dan dicat warna krem. Ruangan ini manfaatkan oleh warga sekitar sebagai tempat pendidikan Islam untuk anak-anak.Namun siapa sangka jika bangunan tua di sebelah utara tak jauh dari Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon yang megah ini memiliki sejarah panjang bagi perjuangan Rakyat Cilegon. Bangunan ini dulunya merupakan “Tangsi” atau asrama polisi Belanda. Para polisi Belanda yang menghuni tangsi atau asrama ini seperti Veld Politie (polisi lapangan), Stands Politie (polisi kota), Cultur Politie (polisi pertanian), Bestuurs Politie (polisi pamong praja). (lebih…)

Read Full Post »

Si Anak Paling Ganas Di Dunia

Suatu hari di tahun 1927 para nelayan yang tengah melaut tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya kepulan asap hitam pekat di permukaan laut. Menyembul seketika di antara tiga pulau di kaldera purba di Selat Sunda.

Anak Krakatau, dua tahun sejak awal terbentuknya. Foto diambil 12 atau 13 Mei 1929, koleksi Tropenmuseum.

2 tahun kemudian, pada 29 desember 1929 sebuah dinding kawah muncul ke permukaan laut yang juga sebagai sumber erupsi. Hanya dua tahun setelah misteri kepulan asap di laut itu, kemudian muncullah benda aneh. Kian hari benda aneh itu makin nampak jelas. Kelak dikemudian hari benda itu lebih dikenal dengan Gunung Anak Krakatau.
(lebih…)

Read Full Post »

Kepuh yang Cantik

pohon kepuh

Kepuh yang dimaksud di sini bukanlah nama orang. Melainkan sejenis tanaman atau pohon. Bagi masyarakat Kota Cilegon, jika mendengar kata “kepuh” selain sebagai nama pohon, biasanya mereka akan mengingat nama Kelurahan Kepuh di Kecamatan Ciwandan. Selain itu juga ada nama tempat Kepuh Denok, kebanyakan orang sekarang menyebut dengan “Kapu Denok”, sebuah nama lingkungan di Kelurahan Lebakdenok, Kecamatan Citangkil.

Nama kampung Kepuh Denok diambil dari nama pohon “Kepuh”. Sedangkan kata “Denok” sama artinya dengan “cantik atau elok”. Menurut satu cerita dinamakan “Kepuh Denok” karena pohon kepuh tersebut terlihat tinggi besar berdaun rimbun sehingga nampak indah. Saking tinggi dan besarnya pohon Kepuh tersebut bahkan dapat terlihat dari lautan di tengah Selat Sunda. Kampung Kepuh Denok sendiri menempati satu sisi dalam sejarah peristiwa “Geger Cilegon 1888”. Nama kampung ini menjadi dikenal bermula pada waktu penduduk setempat harus mengalami penderitaan akibat penjajahan kolonial Belanda ditambah malapetaka kekeringan, kelaparan dan kemiskinan. (lebih…)

Read Full Post »

Umat Muslim di dunia pasti mengenal nama Imam Bukhari. Beliau adalah ahli hadits kelahiran tahun 810 Masehi di Bukhara yang termasyhur di antara para ahli hadits sejak dulu hingga kini. Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Imam Bukhari dimakamkan di Uzbekistan, negara pecahan Uni Sovyet yang sekarang lebih di kenal sebagai Rusia, pada tahun 870 M. Makam ini tertutup untuk umum. Kecuali jika ada warga negara Indonesia yang datang berziarah, maka orang Indonesia akan diizinkan masuk ke bagian dasar bangunan yang merupakan tempat jasad Imam Bukhari disemayamkan.

Mengapa orang Indonesia diistimewakan di makam ini?  (lebih…)

Read Full Post »

image

Masjid Al-Khadra atau yg lebih dikenal dengan Masjid Gesing merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kota Cilegon. Dibangun masyarakat pada tahun 1932, sekaligus menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat Cilegon melawan kolonial Belanda saat itu.

“Masjid tua ini dibangun pada tahun 1932. Menurut cerita orang tua, selain sebagai tempat ibadah, masjid ini dulu menjadi salah satu tempat berkumpulnya para pejuang,” cerita Bpk. Subari, warga Kalentemu yang ditemui BC di teras masjid jelang waktu ashar, Kamis (16/2).

Sejak awal pembangunannya hingga kini, masjid Al-Hadra (yg berarti “hijau” atau “subur”) ini tetap mempertahankan model dan bentuk bangunan utamanya tanpa ada banyak perubahan. Tebal tembok bangunan 30 cm disusun dari batu bata mentah, tanah dan kapur. Pintu dan jendela masjid terbuat dari kayu dengan model lama. Dinding masjid umumnya berwarna putih dan berwarna hijau dibagian kubahnya.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: